Minggu, 13 Maret 2011

ketika semua sedang sibuk membicarakan dan bertanya "aku bingung, mau milih jurusan apa ya?", ketika itulah, di saat yang sama. bahwa sebenarnya aku mencintai masa SMA ku di sini. bagaimana menjalin persahabatan dengan baik di sini. bagaimana aku mengenal dan memahami mereka. mengerti dan menyayangi mereka. mereka yang aku sebut di sini mungkin hanya "dua orang" aku bukan remaja yang pintar dan gampang untuk bersosialisasi. aku bukan remaja yang mudah untuk menganggap baik seorang teman hanya karena sekali dua kali mereka baik padaku. memahami sifat tiap orang itu sungguh sulit. dan aku tahu itu. aku tahu dari mata mereka. aku mengerti pancaran ketulusan seperti apa yang sahabatku berikan untukku selama bertahun aku menginjakkan kakiku di sini.
bagaimana aku mengerti untuk memilih mereka menjadi penawar luka. aku dan mereka sama. kami punya dunia. di saat sahabatku yang sempat sebangku denganku waktu kelas dua, dianggap sebagai sebuah kepopuleran dan karena itu dia dimanfaatkan, aku hanya berusaha agar dia tahu, bahwa aku ada disampingnya bukan kaena kecantikan, ketenaran dan kekayaan yang dia punya. aku menyayangi persahabatan kami karena memang inilah kami.
dan bagaimana aku mengerti bagaimana mempunyai sahabat yang saat kelas sepuluh sampai sekarang bahkan masih dekat, dia yang menurutku fleksibel, yang menurutku mengerti bagaimana mendengarkan kecerewetan kami -dua orang perempuan- tentang segala hal pribadi blablabla, tentang fashion atau stylist atau blablabla, dia selalu mengerti. dia selalu memahami. fleksibel. dia laki-laki. bagaimana aku mengerti sahabatku yang satu  ini karena dia yang bukan seperti cowok yang lainnya -suka olahraga-, jika diberi pilhan, dia akan lebih suka berpayungkan keteduhan daripada berkeringat untuk sekedar berlari kecil atau basket di lapangan. tapi nalurinya masih lelaki. nalurinya masih murni. bagaimana kami -sebagai dua orang perempuan- sangat menyayangi dia dengan cara yang apa adanya saat dia dicemooh karena kebiasaannya yang -lagi menurutku- fleksibel
kami bertiga. kami nyaman. kami senang. kami ceria. kami bahagia. melewatkan waktu dengan tak berhenti berbuat suatu kekonyolan yang mungkin suatu saat nanti membuat kami kembali mengingat masa itu dengan tawa bahagia. satu lagi, bahkan mungkin, jika kami -dua orang perempuan- telanjang di depan si 'fleksibel' itu, mungkin ia juga takkan terpengaruh. kenapa? mungkin mati rasa

bagaimana aku mencintai persahabatan ini.
bagaimana aku selalu memikirkan untuk beberapa kali, "mungkin gak sih, kalo kalian lupain aku pas aku kuliah di luar kota nanti?"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar