Rabu, 02 Maret 2011

Last Page from "Janji Cinta"


Kamu yang datang tanpa mengetuk pintu. Hilang tanpa pamit, tanpa mengucap sepatah kata yang ingin aku dengar. Kamu datang tanpa ucap nama. Kamu hanya menitipkan pesan di mimpi-mimpi itu. Kamu hanya datang dengan tatapan yang dalam, penuh sayang. Kamu menitipkan senyuman yang menenangkan hati tanpa pernah aku tahu sebuah arti. Jika kamu memang punya alasan untuk datang, kamu sudah berhasil membuatku hanyut. Membuatku larut dalam dimensimu. Bahkan aku tak pernah tau kenapa kamu bisa punya pengaruh besar dalam pikiranku. Bisa menembus pertahananku, menyatukan hatiku dengan perlahan setelah dulu susah payah aku sendiri merangkainya menjadi satu.
Dhiv, aku tau nama itu dari seseorang di mimpi itu. Siapapun kamu, aku tau aku konyol. Aku mencintai mimpi itu. Mimpi di mana selalu ada kamu memelukku. Pertama kali kamu datang, kedua kali, ketiga kali sampai semalam kamu datang lagi dengan tatapan itu. Kamu tau, Dhiv? Sentuhan tanganmu di pipiku bahkan masih terasa hangatnya sampai sekarang. Aku mengingat segala detail mimpi itu. Mengingat perlahan dengan mengenangnya. Aku mencintai warna biru seperti aku mencintai kamu. Aku mencintai angka tujuh seperti aku mencintai kamu. Aku mencintai hujan seperti aku mencintai kamu. Aku merindukanmu sebanding dengan tetesan yang jatuh saat hujan datang. Aku merasakan ketenangan seperti aku memejamkan mata saat aku berdiri di atas pasir lembut saat itu. Aku selalu mengingatmu. Mengingat detail matamu, tatapan dan senyummu. Seandainya kamu tahu Dhiv. Rinduku kini mulai meradang. Aku tak sanggup lagi berdiri sendirian. Tapi aku masih mau menunggu. Menunggu rasa sepi itu datang agar kamu juga datang perlahan untuk menyapaku lagi di tiap malam. Dhiv, datanglah dengan sejuta cinta yang aku harapkan. Dan seandainya aku bisa meminta, aku ingin hidup dalam dimensimu. Dimensi kehidupanmu. Di mana aku bisa menyentuh lekuk wajahmu. Memandang senyum itu dan merasakan dalamnya tatapanmu. Dhiv, kapan kamu datang? Titipkan lagi tatapan itu. Aku menanti, sampai suatu saat nanti. Untukmu. Untuk rinduku.

"Janji Cinta"- trissella

Tidak ada komentar:

Posting Komentar