Kami tumbuh bersama. Kami saling mengerti. Kami saling menyayangi. Aku tahu apa yang dia suka, aku tahu apa yang menjadi kecintaannya. Aku juga tahu apa yang dia benci. Dan aku tahu segala tentangnya. Kami satu. Kami satu jiwa. Belahan jiwa. Tapi tak bisa menjadi satu cinta sejati.
Cuma persahabatan yang tak pernah lekang oleh waktu. Cuma manisnya persahabatan yang bisa mengalahkan berjuta ton gula. Cuma persahabatan yang perkenalannya akan terus dihafal. Cuma persahabatan yang pertumbuhannya akan terus terpupuk dalam hati. Jauh dalam relung di hati. Hanya persahabatan yang mengerti bagaimana benci, suka, tangis dan tawa dirasakan dalam satu kantung cerita.
Tapi cuma cinta yang mengerti bagaimana hati berbicara meski ia bisu. Cuma cinta yang mengerti bagaimana sebuah perkenalan dimulai dengan berjuta bunga sebagai latarnya. Cuma cinta yang mengerti bagaimana mengobati luka terdalam dalam sudut terdalam palung hati.
Tapi cinta dan persahabatan sama-sama punya cara bagaimana membuat cerita hidup menjadi punya dimensi segala arah. Sama-sama punya cara sempurna untuk membuat kita berharga di tiap detik kehidupan kita. Tanpa membiarkan kerapuhan menyusup perlahan dalam keheningan. Karena cinta dan persahabatan selalu ada dalam satu jiwa. Sepasang belahan jiwa.