Sabtu, 23 April 2011

2nd project: SOULMATE's sinopsis

Kami tumbuh bersama. Kami saling mengerti. Kami saling menyayangi. Aku  tahu apa yang dia suka, aku tahu apa yang menjadi kecintaannya. Aku juga tahu apa yang dia benci. Dan aku tahu segala tentangnya. Kami satu. Kami satu jiwa. Belahan  jiwa. Tapi tak bisa  menjadi satu cinta sejati.
Cuma persahabatan  yang tak pernah lekang oleh waktu. Cuma manisnya persahabatan yang bisa mengalahkan berjuta ton gula. Cuma persahabatan yang perkenalannya akan terus dihafal. Cuma persahabatan yang pertumbuhannya akan  terus terpupuk dalam hati. Jauh dalam relung di hati. Hanya persahabatan yang mengerti bagaimana benci, suka, tangis dan tawa dirasakan dalam satu kantung cerita.
Tapi cuma cinta yang mengerti bagaimana hati berbicara meski ia bisu. Cuma cinta yang mengerti bagaimana sebuah perkenalan dimulai dengan berjuta bunga sebagai latarnya. Cuma cinta yang mengerti bagaimana mengobati luka terdalam dalam sudut terdalam palung hati.
Tapi cinta dan persahabatan sama-sama punya cara bagaimana membuat cerita hidup menjadi punya dimensi segala arah. Sama-sama punya cara sempurna untuk membuat kita berharga di tiap detik kehidupan kita. Tanpa membiarkan kerapuhan menyusup perlahan dalam keheningan. Karena cinta dan persahabatan selalu ada dalam satu jiwa. Sepasang belahan jiwa.
ada yang tahu, bagaimana rasa rindu terasa pekat mencekat di antara tiap detik kita menyesap udara?
ada yang tahu, bagaimana rasa rindu terasa memenuhi atmosfer di lingkup kehidupan kita sehari penuh?
aku, aku yang sedang merasakannya
merasakan bagaimana rasanya hati terasa sesak dengan tangis yang terasa ingin membuncah perlahan
mata ini masih bisa menahan jatuhnya air yang terasa tak tahan mengapung terlalu lama di pelupuk
aku hanya sedikit lelah menunggu janji
satu, dua, tiga bulan aku masih menunggu dengan tangan terpangku
empat, lima bulan dan sampai sekarang, yang datang hanya hujan dengan petrichor-nya yang terus aku sesap di celah jendela kecil dengan korden terbuka
yang datang hanya dentingan lagu di antara rintik hujan yang hanya bisa didengar oleh mereka yang rindu
iya, yang rindu
dan itu aku.

Kamis, 14 April 2011

Catatan Akhir Sekolah

hari efektif terakhir di sekolah. masa-masa yang belum genap 3 tahun di SMAN 5 MALANG tercinta
(red:setengah cinta), berarti kalo diitung, UAN tinggal H-4
kalo bicarain tentang hashtag #masaSMA, yang terpikir cuma sebenernya #masaSMA itu masa terindah. tapi  gak juga. tergantung kita lihat dari sisi mana
#masaSMA yang mengenalkan persahabatan. masa transisi di mana remaja beralih menjadi dewasa. masa-masa yang dibilang penuh kata cinta, gak juga sih. emang dasar selama 3 tahun ini lagi gak tertarik buat lirik sana-sini karena ikatan sebuah janji.
#masaSMA masa gencatan senjata. ngerasain gimana di bully sama temen. cowok, lagi. masih ada ternyata, cowok yang mulutnya tipe mulut cewek.
#masaSMA dimana mulai belajar bolos waktu pelajaran, ke kantin waktu pelajaran. belajar mengenal, belajar egois juga kadang. belajar jahat. belajar mengenal diri sendiri. belajar melihat kepekaan orang lain.
#masaSMA seharusnya bisa jadi masa paling indah. tapi kadang pandanganku, itu masih standard. masih belum ada yang berkesan. kalo diminta buat inget-inget hari ini, kemarin, bulan kemarin dan tahun kemarin, mungkin masih bisa menjadi kenangan yang paling indah. senyum, duka.
#masaSMA tahun terakhir sedikit penuh tangisan. sensitif. dimana perasaan lebih peka daripada segalanya.
#masaSMA masih sulit gimana mau deskripsiinnya
yang jelas, suatu saat nanti, atau bahkan setahun mendatang, aku bakal kangen sama seragam putih abu-abuku. sepatu hitamku dan segala ketatnya peraturan yang ngelarng ini itu. sekolah adiwiyata-ku. kelas SBI ku. dan tiap pojok sekolah yang punya kenangan indah.
terimakasih, karena sudah menjadi bagian dari kenangan hidupku. untuk kalian yang pernah mengisi hariku di sini. untuk yang pernah menjadi bagian dari kelas X-5, XI IPA 6, XII IPA 3
suatu saat nanti, aku pasti merindukan masa-masa ini. masa-masa dimana #masaSMA menjadi sebuah kebahagiaan. mengingatnya dengan sebuah senyuman

nb: thanks a lot buat semua guru. sekolah, pak satpam, ibu kantin, pak Helmy yang jaga parkiran. dan semuanya yang menjadi bagian dari keluarga. I'll be missing you :*

Sabtu, 09 April 2011

karena aku mencintai Hujan

untuk kesekian kalinya aku dihadapkan dengan sebuah pertanyaan sederhana:
"kenapa sih suka sama hujan?"
sebenarnya jawabannya sederhana. bagaimana aku sangat mencintai hujan. suaranya, hawanya, rintiknya, aromanya, dan kedalaman makna yang tersimpan dari hujan.
ada fakta unik tentang hujan yang bilang: "di dalam hujan, ada lagu yang bisa didengar oleh mereka yang rindu"
lagu itu terdengar. sayup-sayup . merasuk hati. terdengar. tertangkap membran timpani. tersimpan dalam. dalam sebuah ingatan terdalam.
hujan. bagaimana lagu itu terdengar. bagaimana aroma hujan terasa menenangkan