Kamis, 30 Juni 2011

terimakasih
untuk segala Karunia terindah menjelang umurku yang ke-18 tahun ini, Allah
I Love YOU so much

Minggu, 26 Juni 2011

aku bahkan tak pernah menyangka jika ternyata aku harus merasakan ini lagi. aku benci kerinduan ini! ini sudah lama tertanam. kenapa bisa muncul lagi? aku benci merasa ingin menangis hanya karena seperti ada yang mengaduk-aduk hatiku dengan kuat. tolonglah, aku lelah. aku mulai tidak nyaman dengan kerinduan yang tak pernah menemukan pemiliknya. aku benar-benar menyerah. aku benci perasaan ini.

Sabtu, 25 Juni 2011

aku benci ketika mulai merasakan -lagi- kerinduan yang begitu mencekaa di ujung tenggorokan tapi bahkan aku tak pernah tau ini ditujukan untuk siapa. aku baru tahu, kalau rindu bahkan juga bisa membuat aku merasa seperti mau mati. merasa ingin menangis tapi tertahan. bukankah itu menyakitkan? iya. bahkan sangat! aku merindukan kamu. dimana kamu mengisi malamku dengan caramu datang di dalam mimpiku.
tapi 2 tahun ini aku menahannya seperti ingin menangis. apa cinta juga menyebabkan kita menangis seperti ini? bahkan aku yang mendengar tangisan ini, seperti terasa aku tersayat. perih. bagaimana bisa cinta memiliki kata rindu yang begitu menyiksa? aku tak tahu rindu ini untuk siapa. sampai detik ini aku masih mencari jawabannya. aku seperti sedang mencari sebagian diri dan hatiku yang hilang. aku merindukan hembusan angin yang mengalir hangat dalam tubuhku.

Senin, 13 Juni 2011

"Jangan, Nak"

aku masih mengingat, dua bulan lalu aku berada dalam kebimbangan, kemana seharusnya kesempatan SNMPTN jalur undangan ini aku putuskan? sempat terbersit, sedikitpun aku gak mau kuliah di luar kota. Mama juga setengah rela membayangkan anak bungsunya jauh darinya. beda dengan Papa yang ngotot ingin melihat anaknya mengenyam pendidikan dokter gigi di kota orang. kemudian aku diam. lama. kemudian Papa mengubah pikiranku. Papa bilang, "jangan pandang kotanya. tapi cintai universitasnya. kalau ternyata yang gak kamu inginkan itu malah membuat kamu sukses nantinya, kamu mau bilang apa?"
Papa benar. apa salahnya mencoba? ya. pilihanku di luar kota juga akhirnya. tapi kala pengumuman itu tiba, tak ada kata "LULUS" di hadapanku. tapi bahkan masih ada tawa riang yang tersungging di bibirku. aku tahu, Tuhanku takkan pernag mengecewakan aku. akan selalu memberikan yang terbaik untukku.
lagi. kemudian Papa bilang, waktu pilihan untuk SNMPTN tulis datang, "jangan Nak, kamu di disini saja ya. biar gak jauh. nanti kalau kamu jauh dari rumah, siapa yang jaga kamu? nanti papa jadi gak bisa nilai sapa yang pacaran sama kamu" kilahnya
sempat aku pernah meneguhkan janji, bahwa aku tetap akan bertahan sampai beberapa waktu lagi. tapi tidak untuk kali ini. aku menyerah kemudian membiarkan semua mengalir dengan cara yang sederhana. membiarkan semua berjalan dengan cara yang mudah. kali ini aku berusaha berjalan selangkah demi selangkah. perlahan meski tak disertai derap yang pasti. tapi aku tahu, aku masih menunggu meski tak lagi berharap. aku masih sesekali menoleh ke masa lalu, dimana kita bertemu lewat bayangan itu, setahun lalu. ya, tepat setahun lalu

Senin, 06 Juni 2011

aku ingin merasakan lagi bagaimana waktu seolah berhenti untuk beberapa detik saja. merasakan lagi bagaimana angin terus membisikkan sebuah nama tepat di gendang telinga. merasakan lagi bagaimana udara terisi hanya dengan hembusan lagu tentang cinta. merasakan lagi bagaimana hidup terasa berdetak lebih menantang. meniupkan kegalauan, mendendangkan kerinduan tiap malam dan memerahkan kecemburuan.
intinya: aku pingin pacaran lagi! haha :p