Tuhan, aku takut salah jalan. aku takut jatuh karena rasa sayang. aku bimbang, mana langkah yang harus aku tempuh. aku tak lelah memandanginya meski aku sadar ini salah. Tuhan, aku takut perasaan ini salah. jika memang aku harus berhenti kemudian mundur, aku mohon tuntun aku perlahan. tunjukkan aku Tuhan, aku mohon. aku tak ingin menangis lagi hanya karena rasa sesak yang menghimpitku perlahan dalam hati.
jika saja aku bisa memilih, jika saja perasaan bisa dibendung karena kehendak hati, aku ingin bisa melakukannya. tapi ini manusiawi, aku mengerti. tapi aku mohon, lindungi aku dari keserakahan saat aku ingin memilikinya
Minggu, 28 Agustus 2011
Rabu, 24 Agustus 2011
Tuhan, aku baru saja membuka lembaran kertas putih yang baru. menuliskan judul dengan mengukir hurufnya secara perlahan. aku baru saja melangkah dengan lingkungan yang baru, Tuhan. situasi yang sama sekali berbeda, memulai cerita dengan orang-orang yang tak lagi sama. Tuhan, aku mau cerita yang bisa menggoreskan tinta warna cerah di atas kertas putih yang baru saja aku buka.
Tuhan, aku sudah dewasa sekarang. aku tak lagi bisa disebut sebagai remaja. Tuhan, bisakah Kau kirimkan satu orang saja, yang bisa menemaniku kala aku sedih maupun bahagia? aku hanya butuh satu Tuhan, aku tidak meminta begitu banyak orang. aku merasa sepi saat harus menangis sendiri di tengah lampu yang padam di sebuah ruangan yang tiap hari aku singgahi. dan aku lelah jika harus tertawa sendiri saat aku merasa bahagia yang membuncah tanpa tahu kemana arah aku harus berbagi. bisakah, Tuhan? aku bosan mengalami sepi setiap malam. aku ingin ada yang bertanya padaku 'apa yang sedang kau pikirkan?' ketika raut wajahku berubah sedih. aku juga ingin ada bahu yang bisa menjadi sandaranku ketika aku tersenyum bahagia.
Tuhan, jika kebahagiaan bisa menghapus kesedihan dalam satu jentikkan jari saja, aku mau merasakannya walau hanya sekedipan mata. aku hanya lelah merasa sepi kemudian harus menangis sendiri. aku tahu Tuhan, Kau selalu memberikan apa yang aku butuhkan. Kau tahu bahwa aku mencintaimu. sangat sangat mencintaimu...
Tuhan, aku sudah dewasa sekarang. aku tak lagi bisa disebut sebagai remaja. Tuhan, bisakah Kau kirimkan satu orang saja, yang bisa menemaniku kala aku sedih maupun bahagia? aku hanya butuh satu Tuhan, aku tidak meminta begitu banyak orang. aku merasa sepi saat harus menangis sendiri di tengah lampu yang padam di sebuah ruangan yang tiap hari aku singgahi. dan aku lelah jika harus tertawa sendiri saat aku merasa bahagia yang membuncah tanpa tahu kemana arah aku harus berbagi. bisakah, Tuhan? aku bosan mengalami sepi setiap malam. aku ingin ada yang bertanya padaku 'apa yang sedang kau pikirkan?' ketika raut wajahku berubah sedih. aku juga ingin ada bahu yang bisa menjadi sandaranku ketika aku tersenyum bahagia.
Tuhan, jika kebahagiaan bisa menghapus kesedihan dalam satu jentikkan jari saja, aku mau merasakannya walau hanya sekedipan mata. aku hanya lelah merasa sepi kemudian harus menangis sendiri. aku tahu Tuhan, Kau selalu memberikan apa yang aku butuhkan. Kau tahu bahwa aku mencintaimu. sangat sangat mencintaimu...
Langganan:
Postingan (Atom)