Sabtu, 08 Oktober 2011

Tuhan, jika aku harus menulis beberapa keajaiban yang aku alami satu tahun penuh ini, maka akan selalu ada Engkau yang terukir dari goresan pena yang aku tulis. sekali lagi, untuk kesekian kali tak terhitung ini yang keberapa, aku berucap syukur. terimakasih. jika harus membuka lembaran lama untuk mengingat kapan terakhir kali aku meminta Engkau mengirimkan aku seseorang yang bisa membuatku nyaman dengan terukir senyuman tanpa henti, Engkau mengabulkannya Tuhan. aku tahu, tidak ada sebuah proses yang instant. dua tahun lalu rasanya aku mengingat patah hati yang aku rasakan. kemudian sekarang, detik ini juga Engkau menemukanku dengannya, memperkenalkanku bagaimana merasakan debaran asing itu lagi. membuncah dan meletup terus berbaur dalam degupan jantungku.
Tuhan, untuk kesekian kalinya juga aku berkata, aku mencintai-Mu. sungguh-sungguh mencintai-Mu.

Minggu, 28 Agustus 2011

Tuhan, aku takut salah jalan. aku takut jatuh karena rasa sayang. aku bimbang, mana langkah yang harus aku tempuh. aku tak lelah memandanginya meski aku sadar ini salah. Tuhan, aku takut perasaan ini salah. jika memang aku harus berhenti kemudian mundur, aku mohon tuntun aku perlahan. tunjukkan aku Tuhan, aku mohon. aku tak ingin menangis lagi hanya karena rasa sesak yang menghimpitku perlahan dalam hati.
jika saja aku bisa memilih, jika saja perasaan bisa dibendung karena kehendak hati, aku ingin bisa melakukannya. tapi ini manusiawi, aku mengerti. tapi aku mohon, lindungi aku dari keserakahan saat aku ingin memilikinya

Rabu, 24 Agustus 2011

Tuhan, aku baru saja membuka lembaran kertas putih yang baru. menuliskan judul dengan mengukir hurufnya secara perlahan. aku baru saja melangkah dengan lingkungan yang baru, Tuhan. situasi yang sama sekali berbeda, memulai cerita dengan orang-orang yang tak lagi sama. Tuhan, aku mau cerita yang bisa menggoreskan tinta warna cerah di atas kertas putih yang baru saja aku buka.
Tuhan, aku sudah dewasa sekarang. aku tak lagi bisa disebut sebagai remaja. Tuhan, bisakah Kau kirimkan satu orang saja, yang bisa menemaniku kala aku sedih maupun bahagia? aku hanya butuh satu Tuhan, aku tidak meminta begitu banyak orang. aku merasa sepi saat harus menangis sendiri di tengah lampu yang padam di sebuah ruangan yang tiap hari aku singgahi. dan aku lelah jika harus tertawa sendiri saat aku merasa bahagia yang membuncah tanpa tahu kemana arah aku harus berbagi. bisakah, Tuhan? aku bosan mengalami sepi setiap malam. aku ingin ada yang bertanya padaku 'apa yang sedang kau pikirkan?' ketika raut wajahku berubah sedih. aku juga ingin ada bahu yang bisa menjadi sandaranku ketika aku tersenyum bahagia.
Tuhan, jika kebahagiaan bisa menghapus kesedihan dalam satu jentikkan jari saja, aku mau merasakannya walau hanya sekedipan mata. aku hanya lelah merasa sepi kemudian harus menangis sendiri. aku tahu Tuhan, Kau selalu memberikan apa yang aku butuhkan. Kau tahu bahwa aku mencintaimu. sangat sangat mencintaimu...

Rabu, 13 Juli 2011

rasanya kosakata sudah tak ada lagi untuk mengungkapkan semua ini secara spontan. aku bahkan bingung harus mengekspresikan dengan cara apa lagi untuk membuat semuanya sedikit berkurang.
aku rela menangis persis seperti beberapa bulan lalu hanya untuk melihat tatapanmu. tapi sekarang, mengenangpun sudah sulit, bagaimana aku harus menangis?
aku benci adaptasi lagi. benci kalo harus meneliti lagi sifat tiap orang dengan cermat. terlalu cukup aku merasakan trauma. sampai sekarang pun aku sulit percaya dengan orang lain. sulit untuk berinteraksi dengan baik. sensitif. aku hanya takut untuk merasakan kekecewaan hanya karena dikhianati sahabat yang dulunya dipercaya tapi malah perlahan berjalan pelan menyusup menghancurkan kebahagiaan yang aku bangun dengan susah payah. bahkan kadang aku ingin jadi egois meski itu sulit. aku hanya menutup diri.

Minggu, 10 Juli 2011

Saengil Chukkae Hamnida TRISSELLA!!

akhirnya melewati tanggal 10 di bulan Juli yang ke 18 kalinya. bahagia? sangat! masih diberi waktu buat menikmati bagaimana indahnya  merasakan udara yang mengalir di saluran pernapasan, merasakan darah yang mengalir di pembuluh. aku masih punya mereka. Allah yang setiap detiknya selalu ada untuk memelukku. Mama yang selalu merentangkan tangan dengan lebar saat aku butuh kehangatan. Papa yang selalu melebarkan dadanya saat aku butuh sandaran. Kakak yang selalu ada di belakangku tiap aku melangkah. dan semuan ya yang sempat memberi berbagai warna terindah yang tergores di kertas kehidupan yang semula putih.
tapi ada satu hal. sehari penuh ini aku terus memutar waktu ke setahun lalu. memutar ke dimensi dimana aku merayakan semua ini di Jogja. di tepian Parangtritis. sore hari, angin Parangtritis. 10 Juli 2010. itu setahun lalu.
bukankah takkan bisa disebut sempurna jika kebahagiaan tak diselimuti dengan sedikit kesedihan?

Minggu, 03 Juli 2011

setahun lalu, aku mengenangmu di pinggir Pantai Jogja. mengaduk-aduk pasir, merasakan kaki yang tenggelam di pasir hitam pekat tersapu air. aku rindu. kamu, Jogja, dan angin di sana. semuanya berhasil membuatku tenang.

Kamis, 30 Juni 2011

terimakasih
untuk segala Karunia terindah menjelang umurku yang ke-18 tahun ini, Allah
I Love YOU so much

Minggu, 26 Juni 2011

aku bahkan tak pernah menyangka jika ternyata aku harus merasakan ini lagi. aku benci kerinduan ini! ini sudah lama tertanam. kenapa bisa muncul lagi? aku benci merasa ingin menangis hanya karena seperti ada yang mengaduk-aduk hatiku dengan kuat. tolonglah, aku lelah. aku mulai tidak nyaman dengan kerinduan yang tak pernah menemukan pemiliknya. aku benar-benar menyerah. aku benci perasaan ini.

Sabtu, 25 Juni 2011

aku benci ketika mulai merasakan -lagi- kerinduan yang begitu mencekaa di ujung tenggorokan tapi bahkan aku tak pernah tau ini ditujukan untuk siapa. aku baru tahu, kalau rindu bahkan juga bisa membuat aku merasa seperti mau mati. merasa ingin menangis tapi tertahan. bukankah itu menyakitkan? iya. bahkan sangat! aku merindukan kamu. dimana kamu mengisi malamku dengan caramu datang di dalam mimpiku.
tapi 2 tahun ini aku menahannya seperti ingin menangis. apa cinta juga menyebabkan kita menangis seperti ini? bahkan aku yang mendengar tangisan ini, seperti terasa aku tersayat. perih. bagaimana bisa cinta memiliki kata rindu yang begitu menyiksa? aku tak tahu rindu ini untuk siapa. sampai detik ini aku masih mencari jawabannya. aku seperti sedang mencari sebagian diri dan hatiku yang hilang. aku merindukan hembusan angin yang mengalir hangat dalam tubuhku.

Senin, 13 Juni 2011

"Jangan, Nak"

aku masih mengingat, dua bulan lalu aku berada dalam kebimbangan, kemana seharusnya kesempatan SNMPTN jalur undangan ini aku putuskan? sempat terbersit, sedikitpun aku gak mau kuliah di luar kota. Mama juga setengah rela membayangkan anak bungsunya jauh darinya. beda dengan Papa yang ngotot ingin melihat anaknya mengenyam pendidikan dokter gigi di kota orang. kemudian aku diam. lama. kemudian Papa mengubah pikiranku. Papa bilang, "jangan pandang kotanya. tapi cintai universitasnya. kalau ternyata yang gak kamu inginkan itu malah membuat kamu sukses nantinya, kamu mau bilang apa?"
Papa benar. apa salahnya mencoba? ya. pilihanku di luar kota juga akhirnya. tapi kala pengumuman itu tiba, tak ada kata "LULUS" di hadapanku. tapi bahkan masih ada tawa riang yang tersungging di bibirku. aku tahu, Tuhanku takkan pernag mengecewakan aku. akan selalu memberikan yang terbaik untukku.
lagi. kemudian Papa bilang, waktu pilihan untuk SNMPTN tulis datang, "jangan Nak, kamu di disini saja ya. biar gak jauh. nanti kalau kamu jauh dari rumah, siapa yang jaga kamu? nanti papa jadi gak bisa nilai sapa yang pacaran sama kamu" kilahnya
sempat aku pernah meneguhkan janji, bahwa aku tetap akan bertahan sampai beberapa waktu lagi. tapi tidak untuk kali ini. aku menyerah kemudian membiarkan semua mengalir dengan cara yang sederhana. membiarkan semua berjalan dengan cara yang mudah. kali ini aku berusaha berjalan selangkah demi selangkah. perlahan meski tak disertai derap yang pasti. tapi aku tahu, aku masih menunggu meski tak lagi berharap. aku masih sesekali menoleh ke masa lalu, dimana kita bertemu lewat bayangan itu, setahun lalu. ya, tepat setahun lalu

Senin, 06 Juni 2011

aku ingin merasakan lagi bagaimana waktu seolah berhenti untuk beberapa detik saja. merasakan lagi bagaimana angin terus membisikkan sebuah nama tepat di gendang telinga. merasakan lagi bagaimana udara terisi hanya dengan hembusan lagu tentang cinta. merasakan lagi bagaimana hidup terasa berdetak lebih menantang. meniupkan kegalauan, mendendangkan kerinduan tiap malam dan memerahkan kecemburuan.
intinya: aku pingin pacaran lagi! haha :p

Sabtu, 28 Mei 2011

aku benci ketika aku mulai merasa ringkih
aku benci ketika 2 tahun lalu tahu bahwa mungkin aku komplikasi tapi ringan (mungkin)
aku benci ketika aku tahu bahwa suplai oksigen di otakku tak seimbang
aku benci ketika tahu bahwa liverku sedikit ada masalah
aku benci ketika aktivitasku harus sedikit dibatasi
aku benci ketika ususku mulai kontraksi maksimal membuatku menjerit kesakitan
aku benci ketika mendapati diriku sedang tertawa riang kemudian tercekik kenyiluan yang sangat tepat di benjolan bagian belakang kepalaku
aku benci ketika tahu bahwa aku tak bisa lagi selincah dulu
aku benci ketika tahu bahwa aku harus mulai rajin terapi
seperti dulu lagi
sungguh, aku benci

Rabu, 25 Mei 2011

kala itu aku pernah berjanji bahwa aku akan berhenti menanti
tapi sampai saat ini, aku masih saja berdiri dalam diam
aku sadar bahwa jawaban masih terasa samar tanpa kenyataan
jika saja aku bisa berteriak, menunjukkan pada dunia bahwa aku lelah
aku bisa saja terjatuh kemudian, tanpa uluran tangan
pun aku bisa saja menoleh ke belakang kemudian mundur perlahan
tapi itu nanti
ketika huruf tak lagi mampu mengungkap cerita
ketika kaki tak lagi mampu menopang lelah
ketika debaran ini tak lagi ada
tapi lihat aku!
bahkan aku masih bergeming di sini
di antara sepi
di antara rindu yang perlahan mengerak tanpa bisa dielak

Senin, 16 Mei 2011

ketika rindu tetap memuncak tanpa tahu apa yang dia tunggu,
ketika itu aku ingin waktu berputar ke belakang
bukan untuk mengulang, tapi untuk sekedar mengingat bening mata itu agar tak pernah terhapus dari ingatan
bagaimana aku bisa terus berjalan jika penantian tak pernah menemukan ujung sebuah jalan?
dan bagaimana aku bisa menentukan langkah jika aku sedang berda di tengah jalan bertuliskan persimpangan?
jika saja semuanya bisa direfleksikan melalui sebuah proyeksi besar layar kehidupan,
seharusnya aku tak perlu lagi memejamkan mata menyesapi malam,
mengingat sepasang mata yang berbekas dalam rekaman

Sabtu, 14 Mei 2011

3rd project: di balik hujan

status: processing
kala itu aku pernah berjanji bahwa aku akan berhenti menanti
tapi sampai saat ini, aku masih saja berdiri dalam diam
aku sadar bahwa jawaban masih terasa samar tanpa kenyataan
jika saja aku bisa berteriak
menunjukkan pada dunia bahwa aku lelah
aku bisa saja terjatuh kemudian tanpa uluran tangan
pun aku bisa saja menoleh ke belakang kemudian mundur perlahan
tapi itu nanti
ketika huruf tak lagi mampu mengungkap cerita
ketika kaki tak lagi mampu menopang lelah
ketika debaran ini tak lagi sama
tapi lihat aku
bahkan aku masih bergeming di tepat yang sama
di antara sepi
di antara rindu yang perlahan mengerak tanpa bisa di elak

Selasa, 03 Mei 2011

melepas setengah jiwa untuk pergi masih jauh lebih sulit dibanding melepas satu hati untuk pergi meski takkan kembali. dan jiwa itu kamu
jika saja senja tak pernah merenda merah
hujan tiada pernah mencair
ombak tiada pernah menggulung
pilu tiada pernah mencinta di hati
dan sendu tiada pernah merasuk di kalbu
rindu
pilu sembilu
aku curahkan tinta ujung pena
tiada tertembus

Senin, 02 Mei 2011

saya sadar bahwa saya punya pribadi yang tertutup. terlebih lagi, saya sering disadarkan dengan salah satu Om yang memang punya kelebihan membaca sifat dari segi manapun. dan tadi malam, rasanya saya seperti di telanjangi. bagaimana ia membaca segala sifat saya. mulai dari wajah, garis tangan, tanda tangan, tulisan, warna kesukaan, sampai bentuk segitiga yang saya suka. Guess! dan memang semua terbukti benar.
bahwa saya memang punya pribadi yang tertutup.
bahwa saya memang punya pribadi yang misterius.
bahwa saya memang sulit ditebak.
bahwa saya memang punya ke konsisten-an yang tinggi
bahwa saya memang selalu 'memilih' jika berteman. saya benci orang yang 'bertopeng' baik di depan tapi buruk di belakang. ngomongin orang di belakang sih menurut saya wajar. tapi kalo sudah kelewatan, dan omongan mereka sudah kelewat batas dan tak tahu aturan, oh please. jangan harap saya bisa berteman dengan baik dengan kalian. saya bosan menemui orang seperti itu. mencacati segala perbuatan dan sikap  orang. sudahlah, itulah mereka. jangan sok sempurna. saya tidak munafik. saya juga kadang sering ngomongin orang di belakang. tapi saya tahu batas. karena saya sadar, bagaimanapun, pasti masih ada kekurangan yang lebih besar yang tersembunyi dalam pribadi masing-masing.
kalian. betapa saya ingin selalu teriak tiap berada di antara kalian. bahwa saya benar-benar tak nyaman berada di antara kalian. sungguh saya tidak nyaman.

Sabtu, 23 April 2011

2nd project: SOULMATE's sinopsis

Kami tumbuh bersama. Kami saling mengerti. Kami saling menyayangi. Aku  tahu apa yang dia suka, aku tahu apa yang menjadi kecintaannya. Aku juga tahu apa yang dia benci. Dan aku tahu segala tentangnya. Kami satu. Kami satu jiwa. Belahan  jiwa. Tapi tak bisa  menjadi satu cinta sejati.
Cuma persahabatan  yang tak pernah lekang oleh waktu. Cuma manisnya persahabatan yang bisa mengalahkan berjuta ton gula. Cuma persahabatan yang perkenalannya akan terus dihafal. Cuma persahabatan yang pertumbuhannya akan  terus terpupuk dalam hati. Jauh dalam relung di hati. Hanya persahabatan yang mengerti bagaimana benci, suka, tangis dan tawa dirasakan dalam satu kantung cerita.
Tapi cuma cinta yang mengerti bagaimana hati berbicara meski ia bisu. Cuma cinta yang mengerti bagaimana sebuah perkenalan dimulai dengan berjuta bunga sebagai latarnya. Cuma cinta yang mengerti bagaimana mengobati luka terdalam dalam sudut terdalam palung hati.
Tapi cinta dan persahabatan sama-sama punya cara bagaimana membuat cerita hidup menjadi punya dimensi segala arah. Sama-sama punya cara sempurna untuk membuat kita berharga di tiap detik kehidupan kita. Tanpa membiarkan kerapuhan menyusup perlahan dalam keheningan. Karena cinta dan persahabatan selalu ada dalam satu jiwa. Sepasang belahan jiwa.
ada yang tahu, bagaimana rasa rindu terasa pekat mencekat di antara tiap detik kita menyesap udara?
ada yang tahu, bagaimana rasa rindu terasa memenuhi atmosfer di lingkup kehidupan kita sehari penuh?
aku, aku yang sedang merasakannya
merasakan bagaimana rasanya hati terasa sesak dengan tangis yang terasa ingin membuncah perlahan
mata ini masih bisa menahan jatuhnya air yang terasa tak tahan mengapung terlalu lama di pelupuk
aku hanya sedikit lelah menunggu janji
satu, dua, tiga bulan aku masih menunggu dengan tangan terpangku
empat, lima bulan dan sampai sekarang, yang datang hanya hujan dengan petrichor-nya yang terus aku sesap di celah jendela kecil dengan korden terbuka
yang datang hanya dentingan lagu di antara rintik hujan yang hanya bisa didengar oleh mereka yang rindu
iya, yang rindu
dan itu aku.

Kamis, 14 April 2011

Catatan Akhir Sekolah

hari efektif terakhir di sekolah. masa-masa yang belum genap 3 tahun di SMAN 5 MALANG tercinta
(red:setengah cinta), berarti kalo diitung, UAN tinggal H-4
kalo bicarain tentang hashtag #masaSMA, yang terpikir cuma sebenernya #masaSMA itu masa terindah. tapi  gak juga. tergantung kita lihat dari sisi mana
#masaSMA yang mengenalkan persahabatan. masa transisi di mana remaja beralih menjadi dewasa. masa-masa yang dibilang penuh kata cinta, gak juga sih. emang dasar selama 3 tahun ini lagi gak tertarik buat lirik sana-sini karena ikatan sebuah janji.
#masaSMA masa gencatan senjata. ngerasain gimana di bully sama temen. cowok, lagi. masih ada ternyata, cowok yang mulutnya tipe mulut cewek.
#masaSMA dimana mulai belajar bolos waktu pelajaran, ke kantin waktu pelajaran. belajar mengenal, belajar egois juga kadang. belajar jahat. belajar mengenal diri sendiri. belajar melihat kepekaan orang lain.
#masaSMA seharusnya bisa jadi masa paling indah. tapi kadang pandanganku, itu masih standard. masih belum ada yang berkesan. kalo diminta buat inget-inget hari ini, kemarin, bulan kemarin dan tahun kemarin, mungkin masih bisa menjadi kenangan yang paling indah. senyum, duka.
#masaSMA tahun terakhir sedikit penuh tangisan. sensitif. dimana perasaan lebih peka daripada segalanya.
#masaSMA masih sulit gimana mau deskripsiinnya
yang jelas, suatu saat nanti, atau bahkan setahun mendatang, aku bakal kangen sama seragam putih abu-abuku. sepatu hitamku dan segala ketatnya peraturan yang ngelarng ini itu. sekolah adiwiyata-ku. kelas SBI ku. dan tiap pojok sekolah yang punya kenangan indah.
terimakasih, karena sudah menjadi bagian dari kenangan hidupku. untuk kalian yang pernah mengisi hariku di sini. untuk yang pernah menjadi bagian dari kelas X-5, XI IPA 6, XII IPA 3
suatu saat nanti, aku pasti merindukan masa-masa ini. masa-masa dimana #masaSMA menjadi sebuah kebahagiaan. mengingatnya dengan sebuah senyuman

nb: thanks a lot buat semua guru. sekolah, pak satpam, ibu kantin, pak Helmy yang jaga parkiran. dan semuanya yang menjadi bagian dari keluarga. I'll be missing you :*

Sabtu, 09 April 2011

karena aku mencintai Hujan

untuk kesekian kalinya aku dihadapkan dengan sebuah pertanyaan sederhana:
"kenapa sih suka sama hujan?"
sebenarnya jawabannya sederhana. bagaimana aku sangat mencintai hujan. suaranya, hawanya, rintiknya, aromanya, dan kedalaman makna yang tersimpan dari hujan.
ada fakta unik tentang hujan yang bilang: "di dalam hujan, ada lagu yang bisa didengar oleh mereka yang rindu"
lagu itu terdengar. sayup-sayup . merasuk hati. terdengar. tertangkap membran timpani. tersimpan dalam. dalam sebuah ingatan terdalam.
hujan. bagaimana lagu itu terdengar. bagaimana aroma hujan terasa menenangkan

Rabu, 30 Maret 2011

Minggu, 27 Maret 2011

finally, susun cerita lagi. hari ini (red:kemarin) sumpah indahnya kebangetan deh. hahah Allah baik sekali. dan akan selalu sangat amat baik sekali. gak nyangka bisa ketemu SM*SH sedeket itu, fyi, perjuangan sampe udah mau pingsan akhirnya ga sia2 juga. yang ternyata aslinyaaa Subhanallah ganteng deh sumpah. menyesal gak bawa karung buat bawa pulang mereka haha. rasanya masih nempel gimana ekspresi Rafael, Morgan, Bisma, Ilham, Dicky, Rangga sama Reza waktu itu. kalo dibayangin, rasanya deg2annya masih ada.
gak nyangka juga respon di Surabaya bakal seheboh itu. rasanya Sutos jadi penuh teriakan. sebenernya dan sejatinya, sumpah aku speechless ga tau mau cerita kayak gimana saking senengnya
ini yang paling bikin speechless :p
udah, satu aja. kasian ntar banyak yang iri gara2 pake ada acara rangkulan sama mereka haha. my lovely Allah, thanks for the past, for yesterday, for today, tommorow, and Your plan that You will give to me. love you so

nb: 9jam berlalu tapi deg2annya masih kerasa. subhannallah senyumnya mereka. aku mau pingsan. aku leleh.

Kamis, 24 Maret 2011

2nd project

kami tumbuh bersama. kami saling mengerti. kami saling menyayangi. aku tahu apa yang dia suka, aku tahu apa yang menjadi hobi dan kecintaannya.aku juga tahu apa yang dia benci. dan aku tahu segala tentangnya. kami satu. kami satu jiwa. belahan jiwa. tapi tak bisa menjadi satu cinta sejati.

tertarik?
doain aja cepet kelar ya. respect!

Senin, 21 Maret 2011

tak ada yang tahu bahwa aku sedang mengejar. bahwa aku sedang berlari untuk menggapai yang aku inginkan. sejenak mungkin harus ada yang aku tinggalkan. harus ada yang aku sisihkan. bagaimana merasa kelelahan untuk menggapai cita tertinggi demi keluarga, dan demi aku. bagaimana rasanya harus berjuang untuk mencapai masa depan dan kebahagiaan. setidaknya namamu akan beralih sejenak tersingkir dalam daftar doaku. aku hanya menggantung satu harapan, meyakinkan diri bahwa kamu akan datang untuk penuhi janji. yang aku yakin hanya satu itu. lalu, setelah cita tertinggiku ada dalam genggamanku, dan kamu sudah berhasil penuhi janji itu, suatu saat akan tiba giliranku untuk berjanji pada diri sendiri, bahwa aku akan mulai menulis lagi.

Sabtu, 19 Maret 2011

kamu tahu.
bahkan kamu paham.
kamu yang mengerti bahwa aku benci menunggu.
bahwa aku benci menanti.
kamu juga paham bagaimana aku seharusnya sudah merasa lelah untuk saat ini.
tapi kamu juga sudah terlalu paham kenapa aku belum mau mundur juga.
bahkan sampai detik ini aku masih berdiri di sini, di titik ini.
tanpa bergeser satu mili.
kamu tahu bagaimana aku mencintai hujan seperti aku mencintaimu.
pun kamu tahu bagaimana aku rela menunggu untuk beberapa  bulan ini hanya untukmu.
aku sudah beberapa kali bilang,
aku percaya bahwa janji itu akan tersampaikan.
hutang itu akan terlunasi .
April nanti, selesai aku ujian kan? itu kan yang kamu janjikan?
aku masih menjaga hati. menyimpannya rapih di sudut hati.
kamu tahu untuk siapa? untuk kamu.
kamu tahu untuk apa? untuk  menanti janji itu ditepati.

Kamis, 17 Maret 2011

aku juga mau novelku ada di katalog web Gagas Media :D
tapi untuk saat ini bukan itu yang bener2 aku pingin. buat saat ini, aku mau bahagiain Mama, Papa, big fams, tunjukkin ke mereka bahwa usaha dan doaku bakal membuahkan hasil. yang aku tahu, apa yang diputuskan Allah itu selalu jadi hal terbaik buat aku

Selasa, 15 Maret 2011

dan jika saja cinta tak pernah mengajukan sebuah atau beberapa persyaratan
jika saja cinta tak pernah punya embel-embel apapun untuk dipertaruhkan
tapi bukan sebuah keputusan jika aku harus berlari mundur untuk lari dari penantian
April nanti, untuk sebuah jawaban, untuk sebuah janji satu

Minggu, 13 Maret 2011

ketika semua sedang sibuk membicarakan dan bertanya "aku bingung, mau milih jurusan apa ya?", ketika itulah, di saat yang sama. bahwa sebenarnya aku mencintai masa SMA ku di sini. bagaimana menjalin persahabatan dengan baik di sini. bagaimana aku mengenal dan memahami mereka. mengerti dan menyayangi mereka. mereka yang aku sebut di sini mungkin hanya "dua orang" aku bukan remaja yang pintar dan gampang untuk bersosialisasi. aku bukan remaja yang mudah untuk menganggap baik seorang teman hanya karena sekali dua kali mereka baik padaku. memahami sifat tiap orang itu sungguh sulit. dan aku tahu itu. aku tahu dari mata mereka. aku mengerti pancaran ketulusan seperti apa yang sahabatku berikan untukku selama bertahun aku menginjakkan kakiku di sini.
bagaimana aku mengerti untuk memilih mereka menjadi penawar luka. aku dan mereka sama. kami punya dunia. di saat sahabatku yang sempat sebangku denganku waktu kelas dua, dianggap sebagai sebuah kepopuleran dan karena itu dia dimanfaatkan, aku hanya berusaha agar dia tahu, bahwa aku ada disampingnya bukan kaena kecantikan, ketenaran dan kekayaan yang dia punya. aku menyayangi persahabatan kami karena memang inilah kami.
dan bagaimana aku mengerti bagaimana mempunyai sahabat yang saat kelas sepuluh sampai sekarang bahkan masih dekat, dia yang menurutku fleksibel, yang menurutku mengerti bagaimana mendengarkan kecerewetan kami -dua orang perempuan- tentang segala hal pribadi blablabla, tentang fashion atau stylist atau blablabla, dia selalu mengerti. dia selalu memahami. fleksibel. dia laki-laki. bagaimana aku mengerti sahabatku yang satu  ini karena dia yang bukan seperti cowok yang lainnya -suka olahraga-, jika diberi pilhan, dia akan lebih suka berpayungkan keteduhan daripada berkeringat untuk sekedar berlari kecil atau basket di lapangan. tapi nalurinya masih lelaki. nalurinya masih murni. bagaimana kami -sebagai dua orang perempuan- sangat menyayangi dia dengan cara yang apa adanya saat dia dicemooh karena kebiasaannya yang -lagi menurutku- fleksibel
kami bertiga. kami nyaman. kami senang. kami ceria. kami bahagia. melewatkan waktu dengan tak berhenti berbuat suatu kekonyolan yang mungkin suatu saat nanti membuat kami kembali mengingat masa itu dengan tawa bahagia. satu lagi, bahkan mungkin, jika kami -dua orang perempuan- telanjang di depan si 'fleksibel' itu, mungkin ia juga takkan terpengaruh. kenapa? mungkin mati rasa

bagaimana aku mencintai persahabatan ini.
bagaimana aku selalu memikirkan untuk beberapa kali, "mungkin gak sih, kalo kalian lupain aku pas aku kuliah di luar kota nanti?"

Selasa, 08 Maret 2011

jika saja hujan kali ini bisa menghapus rindu semudah ombak menghapus namamu di atas pasir cokelat pekat di Jogja setahun lalu

Kamis, 03 Maret 2011

ajarkan aku bagaimana hidup jauh dari rumah yang setiap hari melindungiku
ajarkan aku bagaimana nantinya aku bisa hidup jauh dari keluarga yang setiap hari memerhatikanku
ajarkan aku bagaimana teknologi bisa menghapus rasa rindu untuk pulang ke kampung halaman
ajarkan aku bagaimana nantinya aku tetap menjadi diriku yang seperti ini tanpa topangan dari Papa  yang setiap hari memberi petuah
ajarkan aku bagaimana nantinya aku tetap merasa kasih sayang dari Mama yang terasa jauh dari tempat singgah
ajarkan aku bagaimana nantinya aku menjalani hari tanpa senyum dari mereka
ajarkan aku bagaimana nantinya aku memulai adaptasi baru tentang kehidupan yang kembali asing untuk kebiasaanku
ajarkan  aku bagaimana nantinya aku mewujudkan mimpi Mama Papa dengan lulus menjadi sarjana
dan ajarkan aku bagaimana nantinya aku kembali dengan membawa sejuta kebanggaan karena kelulusanku dari universitas itu
ajarkan aku melewatinya
waktu

Rabu, 02 Maret 2011

Last Page from "Janji Cinta"


Kamu yang datang tanpa mengetuk pintu. Hilang tanpa pamit, tanpa mengucap sepatah kata yang ingin aku dengar. Kamu datang tanpa ucap nama. Kamu hanya menitipkan pesan di mimpi-mimpi itu. Kamu hanya datang dengan tatapan yang dalam, penuh sayang. Kamu menitipkan senyuman yang menenangkan hati tanpa pernah aku tahu sebuah arti. Jika kamu memang punya alasan untuk datang, kamu sudah berhasil membuatku hanyut. Membuatku larut dalam dimensimu. Bahkan aku tak pernah tau kenapa kamu bisa punya pengaruh besar dalam pikiranku. Bisa menembus pertahananku, menyatukan hatiku dengan perlahan setelah dulu susah payah aku sendiri merangkainya menjadi satu.
Dhiv, aku tau nama itu dari seseorang di mimpi itu. Siapapun kamu, aku tau aku konyol. Aku mencintai mimpi itu. Mimpi di mana selalu ada kamu memelukku. Pertama kali kamu datang, kedua kali, ketiga kali sampai semalam kamu datang lagi dengan tatapan itu. Kamu tau, Dhiv? Sentuhan tanganmu di pipiku bahkan masih terasa hangatnya sampai sekarang. Aku mengingat segala detail mimpi itu. Mengingat perlahan dengan mengenangnya. Aku mencintai warna biru seperti aku mencintai kamu. Aku mencintai angka tujuh seperti aku mencintai kamu. Aku mencintai hujan seperti aku mencintai kamu. Aku merindukanmu sebanding dengan tetesan yang jatuh saat hujan datang. Aku merasakan ketenangan seperti aku memejamkan mata saat aku berdiri di atas pasir lembut saat itu. Aku selalu mengingatmu. Mengingat detail matamu, tatapan dan senyummu. Seandainya kamu tahu Dhiv. Rinduku kini mulai meradang. Aku tak sanggup lagi berdiri sendirian. Tapi aku masih mau menunggu. Menunggu rasa sepi itu datang agar kamu juga datang perlahan untuk menyapaku lagi di tiap malam. Dhiv, datanglah dengan sejuta cinta yang aku harapkan. Dan seandainya aku bisa meminta, aku ingin hidup dalam dimensimu. Dimensi kehidupanmu. Di mana aku bisa menyentuh lekuk wajahmu. Memandang senyum itu dan merasakan dalamnya tatapanmu. Dhiv, kapan kamu datang? Titipkan lagi tatapan itu. Aku menanti, sampai suatu saat nanti. Untukmu. Untuk rinduku.

"Janji Cinta"- trissella
kalau saja aku bisa memilih, aku mau terbiasa dengan ini. membiasakan hati untuk tersakiti. bukan sembilu.tapi ini rindu. dan kamu tau? ini lebih perih jika dibandingkan sayatan pisau berkarat kuning kecoklatan. menyesakkan. indah, tapi menyakitkan. aku bahkan takkan pernah puas sampai nanti. kamu berdiri di sini. di sampingku, untuk memelukku.

Everlasting Love, D A P

"The Last Song"

"I have faith that God will show you the answer. But you have to understand that sometimes it takes a while to be able to recognize what God wants you to do. That's how it often is. God's voice is usually nothing more than a whisper, and you have to listen very carefully to hear it. But other times, in those rarest of moments, the answer is obvious and rings as loud as a church bell."
-Nicholas Sparks

Senin, 28 Februari 2011

HA-RUS!!

untuk kesekian kalinya. aku mengagumi  caranya bercerita. aku mengagumi apa yang dituliskannya. aku mengagumi kata-kata yang ia pakai untuk membuatku terhanyut dalam alur yang ia buat setiap subbabnya. membuatku sulit untuk lepas dari huruf-huruf itu. untuk kesekian kalinya aku menegaskan bahwa aku mengagumi "Kanala, Alderama, Yudha" nya.
inspirasi. harapan. "aku mau seperti dia". mulanya aku hanya seorang penulis puisi. bermain dengan sajak sastra yang membuatku membangun duniaku sendiri. novel dan cerita hanya untuk selingan dinikmati.tapi begitu mengikuti "Kanala, Alderama, Yudha" aku termotivasi.setidaknya tahun ini, setelah aku ujian nanti, aku HARUS mulai menulis novel. Lagi

Kamis, 24 Februari 2011

mereka yang tak pernah mati di hati

jika cinta diminta untuk selalu ada, ini berbeda
mereka tak pernah sedikitpun diminta untuk selalu ada
minus ovi
tapi yang aku tahu, suara tawa dan kehadiran mereka memang akan selalu ada, mendampingi, menemani kala bahagia dan gundah perlahan menghampiri tanpa permisi
sahabat?
bukan. mereka bernilai lebih
lebih dari sahabat
kekasih?
mungkin. mereka yang ada untuk berbagi tawa
untuk membagi segala keluh kesah dan menggantikan segalanya dengan canda tanpa henti tanpa terlewati
mereka,
karunia terindah
selamanya.....

Kamis, 17 Februari 2011

oke, Bimbaaaannngg

pilihan pertama mau di Universitas Brawijaya aja. deket sama rumah. masih satu kota gitu maksudnya. tapi pilihan kedua?? aku tergiur masuk Unpad. Undip di Semarang juga mau deh ah. tapi mama bilang,
"nak, kamu gitu kok yakin banget mau kuliah di luar kota? nih liat kamu aja masih nempel terus sama mama. masih manja. kamu sih dari luar kayak kuat-kuat aja secara fisik. tapi kamu ringkih. kesenggol makan yang aneh dikit, semuanya kambuh lho"
ato  kalo  gak, mama bilang,
"gakpapa kalo mau di luar kota. mama rela aja kok. kalo itu udah rejekimu, ya mama mau bilang apa" *ekspresi rela secara maksa*
huh hah.
mama.....
aku mau nangis lho denger mama bilang gitu. mama keliatan banget ga rela ditinggal ke luar kota. mau gimana, emang deketnya sama mama, manja juga ke mama.
uwaaaa..... terus pilihan kedua-ku ke mana dong?? UNAIR GA ADA DI DAFTAR JALUR REKOMENDASIII!!!! *frustasi*

Selasa, 15 Februari 2011

BAD CRESTA XIV

bener sih tahun terakhir buat nikmatin Cresta selama aku masih ada di sekolah. tahun depan sih masih bisa. tapi predikatnya udah bukan siswa lagi. tapi, alumni (amin)
this is the bad cresta i've ever had. you know guys??? obat nyamuk tau akunya zzzzz. monyong banget deh depan belakang samping kiri kanan pada pacaran semua. ah elaaaahh. kasian banget nih nasib. udah ngajak temen, tapi temen malah ngajak pacar. BAGUUUSS!!! terus aku ngobrol sama siapa? boro-boro ngobrol. kedip aja ga da yang nemenin. cuma kedip-kedip sendiri ga ada arti. ngeliatin panggung dari Gate tengah. ngeliatin Tipe-X yang lagi nyanyi yang kebetulan jadi guest star di Cresta tahun ini. menyesal kan jadinya, kenapa coba aku ga punya cowok? ya itu gara-gara KAMU tau! gara-gara kamu bikin aku nunggu. huh hah.
mantan terakhir malah udah 2kali ganti cewek. nah aku? masih aja stuck di sini. gebetan aja ga punya. oh my. nasib lah ya. bikin mupeng coba. mana si Rendy di ajakin ke Cresta malah nge-band pula. astaga itu anak. dodolnya masih aja ga ilang mulai dari SD sampe sekarang bener-bener ga berubah. masa ngeliatin panggung sambil heboh-heboh sendiri. helooooo!!! aku disini. ada  yang lihat aku gaaa?? -,-

Untuk Kalian

Kusuma Husnina Yusrin 
trimakasih untuk segala cinta, kenangan, tawa, dan canda yang saling kita bagi bersama. untuk kebersamaan selama ini. kita udah ga sekelas lagi ya, Ping. tapi tetep, sampai kapanpun nanti, kamu masih tetep jadi Eping yang aku anggep sahabat terbaik semasa aku menjalani masa sebagai transisi dalam hidup ini. untuk segala perhatian dan cinta yang kamu kasih di cerita SMA kita.  aku tahu mungkin sudah ada sedikit jarak. yang perlu kamu tahu, aku cuma takut ganggu kamu. takut aku  gak bisa jadi sahabat terbaik buat kamu waktu aku liat kamu udah mulai nyaman sama mereka. aku ikut seneng kalo kamu seneng. aku ikut ngrasain kebahagiaan dari tawa yang kamu lepas. setidaknya aku sudah sangat senang pernah ada di antara tawa dan cerita yang sempat kamu lepas selama ini. love you so...

Jihan Az-zahra Agnel, Talitha Meta Ariesya 
terimakasih untuk "persahabatan Bandung-Malang" yang sampai detik ini masih terjalin kuat. untuk motivasi dan semangat saat aku berada dalam tingkat bawah, saat berada dalam keterpurukan, dalam kegalauan yang teramat sangat. terimakasih untuk berbagi kebahagiaan selama hampir 1  tahun yang kita jalani. untuk mengenalkanku bahwa LDR tak hanya harus dijaga oleh sepasang kekasih saja. 

Dita Satiti Purbaningrum
Hey, my little sister.  grow up ya, dear! be tough. udah mau SMA harus bisa berpikir lebih terbuka. harus tau sandaran mana yang kokoh. harus tau mana pelajaran hidup yang harus diambil dan dipelajari. terimakasih karena sempat memberi ruang pribadi buatku. terimakasih sudah memberi kesempatan untuk menjadi kakak yang baik.

Kamu 
sekeras apapun aku mencoba, untuk pergi dan berlari mundur sekencangnya, saat itu juga aku harus sadar bahwa Allah memberi cerita indah itu untuk aku jalani. untuk aku nanti. April nanti kita harus bertemu lagi. kamu harus memberi kepastian dan jawaban untuk penantianku selama ini. tepati janji itu.  jawab semua pertanyaanku. aku harap, kamu kembali dengan membawa kupu-kupu yang sempat hilang dari peraduanku. untukku

Target of The Year

oke, tinggal menghitung bulan buat ninggalin masa-masa SMA. ninggalin bangku coklat yang kerasnya Masya Allah,  tapi masih tetep nyaman buat dipake tidur kalo bener-bener bosen plus ngantuk. ninggalin kenangan yang sempet ditinggalin di ruang kelas X.5, XI IPA 6, XII IPA 3. dan mungkin bakal ninggalin beberapa kenangan di tiap sudut sekolah bertitel SBI, ADIWIYATA NASIONAL dan titel-titel yang lain. and this is it...

Target of The Year:
1. Lulus Seleksi SNMPTN Jalur Undangan
awalnya ga nyangka, bener-bener ga nyangka masuk di daftar  nama rekomendasi siswa yang masuk di snm ptn jalur undangan. awalnya jingkrak-jingkrak seneng beritau mama papa soal berita baik yang aku yakin bakal bikin mereka bangga. dan akhirnya, aku nya nangis terharu kelewat seneng. *okenorak*. tapi jujur sejujur-jujurnya sistemnya ribet tujuh turunan. musti daftar online, dapet PIN sam password, daftar lagi buat isi PTN sama Jurusan yang mau dipilih. dan tiap siswa dapet jatah 2 PTN dengan masing-masing milih 3 jurusan. alamaaaakk...... aku mau di kedokteran gigi, aku mau di farmasi, aku mau di teknik lingkungan, aku mau di teknik industri. aku mau Universitas Brawijaya. buat PTN yang kedua? huh hah. biar Allah yang mengarahkan. wallahu'alam deh

2. Lulus UAN 2011
3. Lulus SNMPTN tulis
ini sebagai alternatif kalo ga lulus SNMPTN jalur undangan

4. Gagas Media I'm cominggg...!!!

berharap balesan dari Gagas Media buat novel "Janji Cinta". diterima ato nggak, satu yang aku yakin. bahwa Allah tahu yang terbaik untukku.

RESPECT!!

The Beginning


Mereka berbicara tentang pertemuan
Ketika nama
Wajah
Senyum
Dan detailnya mulai dikenal
Mereka berbicara tentang perkenalan
Ketika pengalaman
Hidup
Kesenangan
Dan kesedihan terus dihafal
Mereka berbicara tentang hati
Ketika suka
Duka
Tangis
Dan lara berputar dalam jiwa
Mereka berbicara tentang persahabatan
Ketika waktu
Putaran
Ketulusan
Dan kesetiaan terasa dalam setiap keindahan
Mereka berbicara tentang cinta
Aku diam


puisi itu adalah sebuah awal. bukan awal dari karyaku. kalo dibilang, mungkin itu adalah karya ke-sekian-puluh- dari yang pertama dulu aku buat. ini yang mengawali. mengawali pencapaian citaku. mengawali semangatku, membangun gairahku di dalam sini untuk terus membangun pondasi yang lebih indah lagi. mungkin sederhana, mungkin terlalu kecil. mungkin bahkan tidak cukup berarti untuk beberapa orang. tapi, Hey! setidaknya ini adalah awal. bukan. bukan kata "setidaknya" yang harus muncul. tapi yang aku inginkan saat ini,  yang meluncur dari mulutku "ini harus menjadi sebuah awal".
and Big thanks to: GagasMedia. a lot of Respect to: Achmad Haqi, untuk semangatnya. untuk "Kanala, Alderama dan Yudha" sebagai big inspirator pribadi buatku.
dan mulai tanggal 28 Januari 2011, tekadku membulat kembali.
dari sini, jemari tak pernah lelah menari, rasa tak pernah lelah mencari arti. dan kata, tak pernah habis untuk terus mengukir perlahan di atas kertas yang semula putih,
dari sini, dari kata, karya, cinta

bingkisan kecil dari GagasMedia